CINGCAUW DAN OYO ‘SI BUNGKUK’

1 10 2010

Panggil Aku OYO! Usiaku sudah 71 tahun, dan sudah mulai membungkuk. Meski aku sudah tidak bisa berjalan tegak, aku masih mampu jalan belasan hingga puluhan kilometer, mengelilingi Kota Tasikmalaya ini. Tak terbayangkan puluhan tahun lalu, jika hingga masa tuaku harus menjajagakan minuman be…rnama ‘Cingcauw’ yang berwarna hijau ini. Tapi tak pernah sedikitpun aku menyesalinya, toh ini sudah menjadi jalan hidup. Aku mensyukuri-nya.

Seharian ini tadi sejak pagi, hujan terus menyergap langkahku. Maka tak heran bila hampir jam dua siang ini, dagangan-ku masih setinggi wadahnya. Rasanya belum terlampau sering aku ‘mengeruk’ si hijau dan menuangkannya dalam setiap gelas. Jika hingga sore nanti tak habis pula, sudah saatnya untuk digelontorkan ke selokan alias harus benar benar dibuang. Tuhan, berilah hambamu “laris manis” hari ini, demikian pintaku dalam setiap detik dan langkahku.

Masa kecil dan muda, aku habiskan di Cikatomas. Jauh dari kota Tasikmalaya ini. Aku hanya sekolah hingga kelas tiga, setara sekolah dasar. Setelahnya, sejak tahun 60an awal aku memilih jualan Cingcauw. Kedua anakku sudah berumah tangga, bahkan empat orang cucuku juga sudah besar besar, dua diantaranya bahkan telah menikah pula. Pernah suatu ketika, anak-ku, cucuku, meminta aku untuk tidak bekerja lagi. Mereka merasa kasihan melihat aku yang sudah mulai membungkuk ini untuk tetap jalan belasan kilometer tiap hari. Satu pinta mereka, aku dilarang jualan cingcauw.

Aku menjawab Tanya mereka, “ Biarlah bapak bekerja dan berhenti ketika bapak sudah tak sanggup lagi melakukan apapun. Biarlah bapak terus jualan cingcauw hingga bapak tak mampu lagi jalan. Ingatlah, kalian kini bisa menikmati hidup lebih baik semuanya karena cingcauw yang bapak dorong kemana kemana ini. Bapak tak ingin tua dengan hanya menyesali kerentaan saja”. (Foto dan Teks Partho DJ)





Solusi Ramadhan 1431 H

27 08 2010

Ngabuburit sambil dapat hadiah buat lebaran??? Ya… Kopi ABC dan Lita FM kembali menggelar program Solusi Ramadhan Kopi ABC Nikmatnya Berbuka Puasa, Mantapnya Berbagi. Acara yang di Bandung akan didelar di lima lokasi ini selain menampilkan tausiah yang bermakna, juga akan menghadirkan bintang tamu Ebith Beat . Anda juga bisa membeli Paket Kopi AbC di lokasi acara, hadiah hadiah menarik bisa langsung anda bawa pulang. Sarung, Sajadah, Mukena Baju Koko yang ekslusif dan mercandise yang menarik bisa anda peroleh. Jadi, yuk berbondong bondong kita datang mengikuti program ini. (Morgen Indra Margono, Photo by Deden Abd Rohman, morgen)





Ketua KONI JABAR : Akibat Minim Pembinaan Atlit Lari Jabar Kurang Berkembang

24 08 2010

Ketua KONI Jawa Barat H.Syarif Ajis, melepas peserta lomba lari maraton 10 K, dari lapang Rajawali Jln.Gatot Subroto Kota Cimahi. Minggu 8 agustus’10.  Lomba lari maraton tersebut di ikuti oleh 2000 atlit lari Putra-Putri dari berbagai pelosok Jawa Barat, sebagian besar peserta adalah anggota TNI AD dan masyarakat umum.

Pengibaran bendera start menandai dimulainya lomba lari maraton 10 K. Ketua Koni Jabar didampingi Dandim 0609, Letkol Art.  Jauhari Agus Suraji  dan Kapolres Kota Cimahi AKBP Rusdi Hartono melepas  lomba lari maraton 10 K itu yang menyusuri rute Jln. Rajawali, Jln Pojok, Jln. Raya Cimahi, Jln. Sangkuriang, Jln. Citeureup, Jln. Permana, Jln. Ciawitali, Jln. Balai Kota, Jln. Cihanjuang, Jln. Cimahi Timur dan finish di Jalan Gatot Subroto.  Lomba tsb diselenggrakan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 65 dan memperebutkan Dandim Cup Tahun 2010.

Ketua Koni Jabar H.Syarif Ajis mengapresiasi positif kegiatan yang diselenggarakan Kodim 0609 ini.  Ia berharap dengan adanya kegiatan lomba lari 10 K ini bisa melihat sejauh mana perkembangan atlit-atlit lari Jawa Barat. ”Sebagai Ketua Koni Jabar sangat merespon kegiatan yang dilakukan oleh Kodim 0609 sekarang ini, karena dengan adanya kegiatan ini, kita makin bisa melihat sampai dimana perkembangan atlit-atlit lari Jawa Barat.” Cetusnya kepada Lita Fm . Menjawab pertanyaan Lita Fm berkaitan dengan prestasi dan potensi atlit lari Jabar,  Syarif Ajis Menuturkan, ”Dari cabang olah raga lari sebenarnya kita (Jabar) memiliki potensi Atlit yang bisa memecahkan rekor PON( Rekor PON 29,21 menit, sementara di ajang lomba lari 10 K tsb, pelari terbaik kelompok putra Nicolas Sila menorehkan  catatan waktu 33.30 Menit ) tetapi sementara ini akibat kurangnya pembinaan jadi mereka kurang berkembang, seraya  menambahkan mudah-mudahan dengan sering diadakannya kegiatan seperti sekarang ini, kita makin banyak melihat bibit-bibit Atlit lari kita kedepan.”

Sementara itu Dandim 0609 mengatakan, ”Selain sebagai salah satu acara pokok dalam kaitan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 65, lomba lari 10 K ini pun dijadikan sebagai ajang pemanasan sebelum para atlit tsb, khususnya dari anggota TNI AD, mengikiuti ajang lomba lari tingkat nasional.”  Kata Dandim Letkol Art.  Jauhari Agus Suraji kepada Lita Fm. (Doni Prasetya)





BOSAN NGULI, NYALUNG SAJA. Calung Jebrag Padalarang

15 05 2010

Empat pria merasa tidak nyaman di tempat kerjanya. Banyak sebab yang jadi pemicunya. Mereka juga sudah mulai bosan dengan rutinitas sebagai buruh pabrik. Berangkat pagi, pulang malam. Belum lagi upah yang kecil, terancam pula di PHK dari tempat kerjanya. Karenanya, mereka lebih baik menjelma menjadi pemain Calung. Dan karena Calung pula, mereka merasa lebih bebas menentukan pendapatan, tempat bekerja, bahkan bebas ber-ekspresi, dan tersalurkan dalam mengawal dan menjaga seni budaya-nya.

Namanya CALUNG JEBRAG, yang menggawanginya adalah Aep Jebrag (50th), Wowon Dekog (55th), Atang Leunyai (34th), Eman Sule (38th). Ke empat-nya warga Padalarang, dulu memang tidak satu tempat kerja, tetapi mereka semuanya adalah calon korban korban PHK di perusahaan yang sama, industry/pabrik tekstil. Aep dan Wowon yang memang sebelumnya telah menggemari serta piawai memainkan calung, bersepekat untuk membentuk grup, dan jadilah Calung Jebrag.

Mereka telah merambah hotel berbintang, berbagai acara besar hingga arisan keluarga dan bahkan kumpulan ibu ibu pengajian. Tak tanggung tanggung, bukan hanya Bandung, tapi hampir sebagian besar tempat di Jawa Barat telah mereka jelajahi. Layaknya pada Kamis pagi, 13 Mei 2010 saat mereka ngamen di pasar Sederhana Kota Bandung. Hari itu mereka tidak ada order manggung, maka seperti biasa, jalanan dan pasar adalah “ladang penghasilan” yang subur.

“Kita pernah main di hotel berbintang. Pernah pula main keliling untuk para Caleg yang sedang kampanye dari satu tempat ke tempat lainnya mas. Tapi kalau sedang sepi order, kita ngamen seperti ini. Alhamdulillah, kalau sedang ramai, dalam sekali ngamen bisa dapat 70 hingga 100 ribu rupiah, bersih”, demikian disampaikan Aep Jebrag sang pimpinan calung.

“Ngamen calung itu menyenangkan mas. Menghibur diri, menghibur orang lain, ya itung itung ikut melestarikan budaya sunda lah”, demikian seloroh Wowon Dekog. Wowon bahkan menyebut, dengan ngamen ia merasa kebebasannya untuk berkesenian dapat teruji dan terasah. “Kami ini sekadar menuruti jiwa berkesian kami, sekaligus menggantungkan nafkah pada calung. Kami menikmati”, ujarnya mengakhiri perbincangn, usai memainkan dan menyanyikan lima lagu lebih. (Parto DJ)





SOLUSI DESA KOPI ABC – RANCAPANGGUNG Juara Lomba K3 Desa, Maju Tingkat Provinsi

13 05 2010

Mencari lokasi desa Rancapanggung Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat tidaklah sulit. Anda cukup menyusuri jalan raya kea rah ibukota kecamatan Cililin di Bandung Barat, lalu lanutkan perjalanan anda menuju Cijenuk. Ditengah perjalanan itu, pada kilometer ke 6 – 7, sudah masuk wilayah desa Rancapanggung.

Rabu siang 12 Mei 2010, desa ini menjadi lokasi penyelenggaraan program Solusi Desa Kopi ABC Lita FM Bandung. Mengambil tempat di lapangan Bola Voli desa setempat, suasana pedesaan sungguhlah terasa. Kiri kanan lokasi adalah kebun yang ditanami Pisang, Jambu, kopi, bamboo, bahkan sayuran. Tak jauh dilokasi, tepatnay dibelakang lokasi adalah persawahan terasiring (berundak undak). Teduh dan adem itu yang terasa. Benar benar sebuah kegiatan di tepi kebun desa.

Sejak dibuka pada pukul 14.30 WIB, warga desa sudah mulai membanjiri lokasi. Kepala Desa Rancapanggung Drs.Ahmad Kosasih dalam sambutan pembukanya mengatakan, desanya adalah pemenang lomba desa tingkat Kabupaten pada tahun lalu. Diagendakan, tahun ini akan maju dalam perlombaan yang sama pada tingkat provinsi.

Dihadapan warganya pada panggung Solusi Desa Kopi ABC, Ahmad Kosasih juga mengajak peran serta semua pihak didesanya untuk meningkatkan dan menggiatkan kegiatan K 3 (Kebersihan,Ketertiban dan Keindahan), agar semakin dirasakan manfaatnya bagi seluruh warga, bukan hanya karena kepentingan lomba yang rencananya digelar pada Agustus mendatang. Pada bagian lain sambutannya, Ahmad Kosasih juga menyampaikan terimakasihnya kepada pihak Kopi ABC dan LITA FM yang telah memilih desanya sebagai lokasi digelarnya Solusi Desa.

Solusi Desa di Rancapanggung, siang itu diisi dengan pengobatan Gratis untuk warga, serta diramaikan dengan hiburan music orgen tunggal. Antusiasme warga terlihat dari berjejalnya antrean yang cukup padat saat registrasi pengobatan gratis. Mereka antre dengan tertib di tenda pengobatan, persis dibagian belakang panggung hiburan. Team medis dari PKBI Jawa Barat, dengan telaten melakukan proses pemeriksaan hingga pemberian obat gratis kepada warga.

Sementara di panggung utama Fitria dan Lia bersama Den’s Keyboards berhasil mengajak serta warga lainnya bernyanyi dan bergembira dengan rangkain lagu lagunya. Acara yang dipandu oleh Endriyas Meydiawati sang pembawa acara itu berlangsung meriah, terbukti banyak anak anak yang ikut serta bernyanyi bahkan tak segan segan mereka ikut berjoget dengan gembira dan ceria-nya.

Selain pengobatan gratis dan hiburan music, Solusi Desa juga membagi bagikan hadiah kepada pembeli paket Kopi ABC. Hadiah yang dibagikan adalah T-Shirt, Jam Dinding, Payung dan hadiah utama berupa Kompor Gas.

(Parto DJ)








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.